Keutamaan Ilmu Agama
Bismillah...
Kali ini saya akan sharing mengenai "Keutamaan ilmu agama?"
Kali ini saya akan sharing mengenai "Keutamaan ilmu agama?"
Bekal utama menuju akhirat adalah
amal sholeh yang kita lakukan. Kaidah penting yang perlu untuk selalu kita
hadirkan ketika beramal adalah memahami apa yang akan kita amalkan. Atau dengan
ungkapan lebih ringkas, ’Ilmu sebelum beramal’. Prinsip semacam ini sejatinya telah
Allah ajarkan dalam al-Quran, dalam firman-Nya,
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا
إِلَهَ
إِلَّا
اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ
“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada
Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas
dosa-dosamu.” (QS. Muhammad: 16).
Pada ayat di atas, Allah
memerintahkan kita untuk mengetahui ‘Ketahuilah’ terlebih dahulu, sebelum
perintah mengikrarkan laa ilaaha illallah, dan istighfar. Karena itu, Imam
Bukhari memahami ayat ini sebagai dalil bahwa ilmu harus didahulukan sebelum
ucapan dan amal. Karena orang tidak mungkin bisa beramal dengan benar, atau
mengucapkan kalimat yang benar, tanpa ilmu. Dalam kitab shahihnya, beliau
mengatakan,
العِلْمُ قَبْلَ
القَوْلِ وَالعَمَلِ
Ilmu dulu sebelum ucapan dan amal
perbuatan. (Shahih Bukhari, 1/24).
Kemuliaan
Ilmu dalam al-Qur’an
Terdapat banyak sekali dalil tentang
kemuliaan ilmu yang Allah sebutkan dalam al-Quran. Yang menunjukkan bagaimana
pujian Allah terhadap ilmu. Hingga Ibnul Qoyim mengatakan,
كل
صفة
مدح
الله
بها
العبد
في
القرآن
فهي
ثمرة
العلم
ونتيجته وكل
ذم
ذمه
فهو
ثمرة
الجهل
ونتيجته
Semua sifat yang Allah gunakan untuk
memuji seorang hamba dalam al-Quran, itu disebabkan buah dari ilmu dan pengaruh
ilmu. Dan semua celaan yang Allah gunakan untuk mencela seorang hamba, itu disebabkan
buah dari kebodohan dan pengaruh kebodohan itu. (Miftah Dar as-Sa’adah, 1/115).
Berikut beberapa ayat yang
menunjukkan keutamaan besar ilmu,
Pertama, firman Allah ta’ala,
شَهِدَ
اللَّهُ أَنَّهُ لَا
إِلَهَ
إِلَّا
هُوَ
وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا
إِلَهَ
إِلَّا
هُوَ
الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah menyatakan bahwasanya tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para
malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak
ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dzat Yang Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imraan: 18)
Persaksian terbesar di alam ini
adalah persaksian tentang keEsaan Allah. Dalam ayat di atas, satu-satunya
kelompok manusia yang Allah cantumkan untuk persaksian ke-Esa-anNya adalah
orang yang berilmu. Lebih dari itu, dalam ayat di atas, Allah menyandingkan
persaksian para ulama dengan persaksian diri-Nya dan para malaikat-Nya.
Kedua, firman Allah ta’ala,
وَقُلْ
رَبِّ
زِدْنِي عِلْمًا
“Katakanlah (wahai Muhammad):
”Tambahkanlah ilmu untukku.”
(QS. Thaaha: 114)
Satu-satunya doa permohonan tambahan
yang Allah perintahkan dalam al-Quran adalah doa memohon tambahan ilmu. Dan
perintah ini Allah tujukan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini
menunjukkan betapa manusia sangat membutuhkan ilmu, sehingga sang Nabi-pun
diperintahkan untuk memohon agar diberi tambahan ilmu.
Ketiga, ketika menjelaskan keutamaan
ilmu serta keagungan, Allah berfirman :
قُلْ
هَلْ
يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا
يَعْلَمُونَ
“Katakanlah, apakah sama antara
orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu.” (QS. Az-Zumar: 9).
Tentu semua akan menjawab, jelas
beda. Dalam ilmu bahasa, pernyataan di atas sering disebut istifham inkari,
pertanyaan namun maksudnya untuk mengingkari. Sehingga makna ayat bahwa
Tidaklah sama antara orang yang berilmu, tahu kebenaran dan kebatilan, dengan
orang yang jahil, yang buta akan kebenaran dan kebatilan.
Keempat, Allah berfirman,
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ
عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Sesungguhnya yang benar-benar takut
kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” (QS. Faathir: 28)
Karena manusia yang paling mengenal
Allah adalah orang yang memiliki ilmu agama. Sehingga merekalah manusia yang
paling takut kepada Allah. Wajar, jika para ulama disebut dengan ahlul khosyah,
orang yang sangat takut kepada Allah.
Dan masih banyak lagi keutamaan ilmu
yang ada dalam al-Quran. Semoga empat ayat yang kita sebutkan, bisa mewakili.
Keutamaan
Ilmu dalam al-Hadits
Untuk menyebutkan dalil keutamaan
ilmu dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangatlah mudah.
Karena saking banyaknya sabda beliau yang memotivasi umatnya untuk belajar
agama.
Komentar
Posting Komentar